'Ikan Sakti' Sungai Janiah, Kalau Mati Dikafani

Ikan Sakti Sungai Janiah Baso

Ikan Sakti Sungai Janiah Baso

Kisah ikan sakti yang berasal dari manusia merupakan legenda turun temurun masyarakat Sungai Jernih (Sungai Janiah), Baso, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Kisah itu juga menjadi salah satu hal menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

Ikan sakti itu saat ini jumlahnya diperkirakan sudah mencapai ribuan ekor. Konon, beberapa ekor di antaranya disebut-sebut ada yang sebesar kerbau dengan berat sekitar 200 kilogram. Kisah itu selalu menarik diceritakan para orang tua dan sepuh masyarakat setempat yang setia memberi makan ikan itu dengan kesungguhan sembari melayani wisatawan yang berkunjung ke lokasi ‘ikan sakti’ tersebut.

Diceritakan, ikan sakti itu berasal dari anak balita yang menghilang dari orangtuanya saat membuka perladangan di perbukitan di sekitar kolam ikan sakti, yang kini lokasinya persis di depan masjid perkampungan Sungai Jernih.

Balita itu hilang ketika orangtuanya sedang asyik mencangkul di ladangnya. Orangtuanya pun mencari kian-kemari di sekitar kawasan perladangan itu. Meski sudah dicari berhari-hari, berminggu, dan berhitung bulan, namun sang anak tidak kunjung bertemu.

Namun, suatu ketika warga dikejutkan dengan peristiwa aneh kemunculan seekor ikan yang mencicit-cicit seakan-akan minta makanan dari sebuah kolam yang tidak jauh lokasinya dari tempat suami-istri petani yang kehilangan balita itu berladang. Entah siapa yang memberi info pertama, ikan mencicit-cicit minta makan itu diduga kuat adalah balita yang hilang.

Informasi itu cepat menyebar dis eantero kampung. Hingga kini, warga setempat mempercayai kebenaran legenda itu. Warga benar-benar pandai dalam mengisahkan cerita tersebut kepada wisatawan yang berkunjung menyaksikan ikan sakti itu.

Kolam Ikan Sakti Sungai Jernih itu merupakan salahs atu objek wisata yang cukup ramai di Kabupaten Agam. Pengunjung dikenakan biaya masuk resmi menggunakan karcis dengan tarif Rp3.000, ditambah biaya parkir kendaraan.

Masyarakat setempat sangat meyakini bahwa ikan sakti itu berasal dari balita. Sampai sekarang ikan yang bentuknya sejenis garing itu 'ditabukan' untuk ditangkap, apalagi dimakan. Siapa yang melanggar pantangan atau berani menangkap ikan itu, maka niscaya yang bersangkutan akan celaka. Dapat kutukan seperti mati mendadak atau sakit berkepanjangan. Demikian yang dipercayai masyarakat setempat.

Keyakinan akan ikan sakti itu juga diperlihatkan warga setempat dengan melakukan ritual khusus ketika ada ikan yang mati. Ikan itu tidak dibuang begitu saja melainkan dilakukan prosesi seperti penyelenggaraan jenazah manusia, yakni dikafani lalu dikuburkan, kecuali ikan yang mati itu tidak disalatkan.

“Sudah demikian tradisi turun-temurun sejak dulu-dulunya,” kata seorang nenek yang selalu setia menjual makanan ikan sakti tersebut.

Objek wisata Kolam Ikan Sakti Sungai Jernih itu lokasinya sekitar 13 kilometer dari Kota Bukitinggi arah ke Payakumbuh. Tiba di Pasar Baso, belok kiri, bagi pendatang yang datang dari Bukittinggi. Silahkan tempuh jalan beraspal mulus dan sekitar 10 menit bermobil, Anda pun tiba di kolam Ikan Sakti ini. Silahkan sepuas-puasnya menyaksikan ikan sakti itu. Pengunjung akan merasakan kepuasan berada di objek wisata itu, apalagi warga setempat cukup ramai dengan pendatang. Begitupula perkampungannya yang nyaman dan sejuk. Tak hanya itu, ketika tiba waktu salat masuk, maka pengunjung dapat melaksanakan salat berjemaah pada masjid bagus yang terletak di pinggir kolam Ikan Sakti itu.

Tentang ikan sakti sebesar kerbau, menurut orang tua-tua di sana, sangat jarang muncul ke permukaan. Konon, dia hanya menampakkan diri pada hari-hari besar saja. Tentu saja, pengunjung ada yang percaya dan ada yang tidak, itu sah-sah saja. Namun, demikianlah kisah dan legenda yang dipercayai masyarakat setempat secara turun-temurun sejak dulunya.

Sebagai penutup, ada baiknya Pemkab Agam membuat sejenis buku kenang-kenangan tentang kisah legenda Ikan Sakti itu untuk dipersembahkan kepada setiap pengunjung yang datang berwisata ke lokasi itu.

Sumber: https://www.kompasiana.com/adibermasa/57663ed6c7afbd3907544f2b/ikan-sakti-sungai-janiah-kalau-mati-dikafani