Objek Wisata

Kolam Ikan Sakti

kolam ikan sakti
Kolam Ikan Sakti


Kolam Ikan Sakti Sungai Janiah terletak di pusat wilayah Sungai Janiah tepatnya di dekat Masjid Darul Amal Sungai Janiah yang memiliki luas sekitar ±600 m2. Menurut cerita orang tua dahulu, Ikan Sakti merupakan legenda dimasa lalu hingga sekarang yang masih dipercayai masyarakat sekitar merupakan ikan yang berasal dari manusia. Suatu hari terdapat anak yang hilang, setelah lama dicari dan tak kunjung ditemukan. Namun yang anehnya, tiba-tiba saja ada ikan  disebuah tempat yang sebelumnya tidak ada ikannya. Maka dari itu masyarakat percaya ikan tersebut berasal dari anak yang hilang tersebut. Sejak dahulu sampai sekarang masyarakat tidak ada yang berani memakan ikan yang berada di kolam Ikan Sakti Sungai Janiah. Masyarat percaya , siapa yang memakan ikan yang berada di kolam Ikan Sakti tersebut hidupnya akan menderita dan akan mendapat petaka sampai ajal menjeput.
Ikan Sakti tersebut diberi makan dengan apa yang dimakan oleh manusia pada umumnya. Seperti kacang, kerupuk, nasi, pensi, jagung, roti dan sebagainya. hari raya Idul Adha Ikan Sakti tersebut menampakkan diri yang tidak dapat di pastikan waktu munculnya dan dapat dilihat oleh orang-orang tertentu menurut kepercayaan masyarakat setempat dengan izin Yang Maha Kuasa. Menurut orang yang telah melihat Ikan Sakti tersebut diperkirakan sebesar kerbau atau panjang 2m lebih. Di saat menampakkan diri Ikan Sakti yang besar tersebut diikuti dan dikelilingi oleh ikan sakti yang kecil lainnya dengan membuat aktraksi membentuk lingkaran.

Selain itu di tepi kolam ikan sakti terdapat pohon besar yang rindang dan sejuk. Disekitaran pohon-pohon tersebut terdapat monyet yang dapat diberi makan secara langsung oleh pengunjung wisata Ikan Sakti Sungai Janiah.

 

Bukik Batanjua\

bukik batanjua
Bukik Batanjua


Selain kolam ikan sakti, di Sungai Janiah juga terdapat perbukitan yaitu bukit Batanjua dengan tinggi ±300M yang dapat didaki oleh semua pengunjung wisata, untuk menempuh puncak bukit Batanjua tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Setelah pendaki sampai di puncak bukit Batanjua, para pendaki akan menikmati udara segar dan pemandangan alam seluas mata memandang. Selain menikmati pemandangan pendaki juga dapat mengunjungi mata air yang terdapat dalam batu di puncak bukit Batanjua. Menurut kepercayaan orang tua dahulu dan masyarakat yang mana mata air tersebut dipercayai dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga  dikunjungi oleh yang ingin memiliki keturunan bagi yang sudah menikah, jika saat mengambil air melihat gelang, berarti akan mendapatkan anak perempuan sedangkan jika mengambil air melihat keris, berarti akan mendapatkan anak laki-laki